Penjahit..Oh Penjahit !

0
432

P
enjahit yang kurang amanah! 

Penjahit Baju

“Yach…bunda, kalo memilih tukang jahit mbok ya yang bisa dipercaya gitu!” kataku!

Masak, sudah sebulan lebih, menjahitkan seragam 65 pasang saja enggak selesai, selesai.

Yach, inilah adalah curhatku yang cukup menjengkelkaan ketika isteriku memesan pakaian untuk seragam anak-anak di pengajian sebelah rumah. Yang jelas, hari ini adalah hari yang di tentukan untuk ada acara festival anak solih, agenda tahuanan dari kelompok pengajian di tempatku.

Pokoknya cukup menyebalkan banget deh@! Besok hari sudah waktunya lomba, namun hari ini (H min satu) malah kurang 3 pasang. Dasar! Dasar! Penjahit yang kurang bisa dipercaya!

Ya..ya…mungkin inilah fenomena yang terjadi di sekitar kita dengan para penjahit-penjahit yang nakal dan kruang amanah tersebut.

Akhirnya, daripada ribut dan memaki-maki diri sendiri, Kang Fao ingin melepaskan beban emosi terbebut dengan menulis di blog kali ini. Yang jelas, ketika bertemu dengan penjahit yang punya mental tempe tersebut, mental yang tak bisa di percayaa tersebut, ada sebuah elajaran yang kita bisa petik dari ketidakamanatan sikap dan sifat penjahit tersebut. Ada efek jangka panjang, bom waktu yang akan di peroleh dengan penjahit tersbut, jika kita percaya ucapan nabi, “Kejujuran akan membawa rezeki, dan sikap tak jujur akan menjauhkan rezeki”. Mungkin salah satu sabda nabi dalam berdagang berbisnis ini ada relevannya untuk kita, untuk saya atau siapa saja yang sedang menjalankan bisnis atau sedang melakukan usahaa.

Kata jujur, kata bisa dipercaya dan kata tanggung jawab ini yang menjadi modal pokok ketika kita bekerja, kita berdagang. Masak sih, isteri saya sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, datang ke penjahit tersebut, dengan harapan, ada waktu yang cukup untuk menyelesaikannya.

Tetapi karena karena rasa tanggung jawab yang kurang, rasa amanah dan segera menyelesaikan pekerjaan secara profesional, maka cukup molor dan molor memakan waktu. Sehingga ketika masuk dead line yang di tentukan, penjahit tersebut tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.

Hikmah dari ini semua, sebetulnya kita hanya bisa berencana, namun Tuhanlah yang tetap menentukan kapan pekerjaan yang jauh-jauh hari sudah dipersipkan dengan matang, namun ada saja kendala yang kurang pas sesuai dengan harapan kita. Yang jelas, intinya Bunda sudah berusaha bagus dan profesional sesuai dengan kesepakatan yang di buat, kita juga sudah membayar ongkos penjahit lunas sebelum pesanan kita jadi. Namun yang terjadi, cukup menjengkelkan dengan janji-janji manis yang mengulur-ngulur waktu, sesuai dengan kesepakatan awal.

Jika di bilang, inilah Indonesia, budaya kita masih belum bisa menghargai waktu dengan bagus. Terkadang kita masih sering menyepelekan soal waktu, kadang memang sering memubazirkan waktu, atau tidak bisa menggunakan waktu yang kita punya dengan sebaik-baiknya. Alhasil, dengan melihat konyolnya penjahit tadi, maka secara tak langsung akan mencederai kepercayaan orang lain yang pernah berikan kepada kita. Insak Alloh…kemungkinannya sangat kecil untuk kita kembali lagi memesan baju dengan penjahit tersebut. Enggak akan mengulangi untuk order dengan penjahit yang kurang amanah tersebut. Sehingga, mau tak mau ini akan jadi bom waktu yang akan menghancurkan bisnis dan karir kita. So, amanah adalah salah satu kunci nomor satu dalam melakukan profesi apapun.

Lega! Yach…lumayan lega, setelah cukup kesal dan jengkel dengan penjahit yang kurang bisa di percaya tersebut! Tentunya ini adalah ujian kesabaran dengan hal-hal yang sepele. Kayaknya memang masyarakat kita sudah terbiasa dengan hal-hal yang kurang profesional tersebut, kurang menghargai konsumen serta yang jelas, hal-hal yang berkaitan service, kecepatan dan amanah kurang di kedepankan dengan penjahit tersebut!

Kapok deh! Enggak akan pesan dengan penjahit yang nyebelin tersebut! Hahah

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY