Percuma Lulus Sarjana, Kalo Tidak Bisa Menciptakan Lapangan Kerja!

0
264

Sebuah judul dengan kata-kata yang mungkin terkesan kasar! Ya, itulah kenyatanya negeri ini, banyak alumni sarjana yang keluar setelah di wisuda tak mampu untuk melakukan ereksi dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Siapa yang salah sebetulnya dalam urusan dunia pendidikan kita? Kita yang belajar di bangku kuliah atau memang terori-teori yang di ajarkan sudah tidak relevan lagi dengan kenyatan dunia kerja nyata kita? Sudah tidak mumpuni lagi dengan keadaan perekonomian di Indoensia. Yang jelas, untuk Anda yang saat ini mendewa-dewakan gelar sarjana, mengunggulkan gelar kesarjaanan buat apa juga, kalo setelah keluar dari kampus hanya menuh-menuhin daftar pencari lowongan kerja di Indonesia. Tragis lagi miris, namun nilah yang terjadi dengan potret kenyataan pendidikan kita, setelah keluar kuliah hanya memperpanjang daftar pengangguran di Indonesia.

Menciptakan dan membuat lapangan kerja, apakah semudah itu? Menurut Kang Fao sebagai penulis ya! Sangat mudah sekali, setidaknya mari kita berfikir dan mensetting lebih mudah, lebih kreatif serta berani meninggalkan ego pernah kuliah, meninggalkan kata gengsi ketika sudah lulus dari perguruan tinggi, menafikkan kalo kita pernah kuliah tinggi atau lulusan sekolah dengan reputasi kelas wahid di perguruan tinggi kita. Yang jelas untuk menjadi seorang pengusaha, orang yang menciptakan lapangan kerja di perlukan orang yang berani menurunkan ego sedikit, menurunkan derajat lebih rendah ketika kita sudah sadar menghadapi sulit dan susahnya menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta (khususnya perusahaan yang bonafit).

Ya..ya..kenapa saya tulis menurunkan derajat lebih rendah? Karena saat ini menurut sebagian orang, lulus sarjana kok hanya jualan gorengan, lulus sarjana kok jual ayam di pasar atau lulus sarjana kok kerjanya sebagai sales usaha sendiri ke toko-toko bangunan dan sebagainya. Masih banyak dari pelajar kita terbelenggu mindset mahasiswa kalo setelah lulus kuliah kerjanya harus di belakang meja, enggak harus di lapangan. Atau yang lebih ekstrim lagi, namanya kerja itu pergi pagi pulang sore dan berpakain rapi. Pokoknya lulus kuliah sudah banyak perusahaan menanti kita bro! Padahal, itu hanya mimpi cerita indah saja, hanya ada di negeri dongeng ketika Anda lulus kuliah langsung kerja enak dan mapan di perusahaan yang gede. Memang saya tidak memungkiri itu ada, tetapi prosentasenya cukup kecil, bahkan butuh keajaiban tertentu dengan kondisi yang sangat mulus serta indah tersebut. Indonesia belum seindah itu bro!!! Cukup keras dan mungkin butuh sikut-sikutan jika mau hidup dengan posisi atau level tersebut.

Kang Fao Lulus Kuliah Langsung Melamar Kerja (Daftar Kuli)

Sebuah pelajaran berharga yang telah di alami Kang Fao, seorang lulusan sarjana kisaran di tahun 2004, namun langsung daftar jadi kuli. Lulus dari kampus Ekonomi salah satu jebolan perguruan tinggi negeri yang cukup di segani di Jawa Timur. Namun apa yang terjadi ketika lulus kuliah? Yang jelas, masih bingung alias lontang lantung tak tentu arah ketika lulus dengan IP (Index Prestasi) yang cukupan untuk lulusan Univeristas Negeri. Yang jelas dengan Indek Prestasi Kumulatif atau IPK diatas 3, idealnya untuk mencari pekerjaan dengan mengantongi lulusan Sarjana Universitas Negeri cukup mudah dan lancar.

Namun apa yang terjadi, ketika mencoba mencari peruntungan merantau di Jakarta, saat itu sudah melamar mungkin hampir lebih 50 perusahan mulai yang bonafit hingga yang terjepit di Jakarta. Mulai melamar dengan media online hingga offline, termasuk juga yang titip lamaran teman dekat dan sanak keluarga. Semuanya kandas tak ada satupun yang dipanggil untuk interview. Ada satu yang memanggilnya, itu pun perusahan Asuransi kawasan Tanah Abang (karena sedang mencari CS Asuransi) dan satunya perusahan investasi atau semodel dengan perusahan yang bergerak di bidang valas (valuta asing). Hanya dua perusahan ini yang mau memanggil Kang Fao untuk melakukan wawancara. Yach, lumayanlah, sudah ada yang memanggil hanya untuk interview, setidaknya meskipun tidak di terima namun hati sudah senang, berarti masih ada harapan untuk bekerja di Jakarta. Heheh..meskipun dalam hati kadang sangat getir, “Kok Susah Benget Nyari Kerja Di Sini Ya!” Selebihnya itu, semua lamaran hanya di masukkan laci alias hanya di pertimbangkan (memang ditimbang untuk dijual kiloan).

Pelajaran berharga di sini apa coba? Kalo mau melamar pekerjaan, harusnya punya koneksi dan kenalan orang dalem. Sederhana, namun itulah kenyatanya dunia kerja kita, ketika tidak ada koneksi orang dalam, sangat mungkin untuk di tolak, jikapun di terima kemungkinannya seribu banding satu atau memang karena kualifikasi kita betul-betul perfect sempurna.

Lalu apa yang di kerjakan Kang Fao ketika melamar pekerjaan sana dan sini tidak di terima? Akhirnya, niat awak merantau ke Jakarta dengan harapan memperoleh pekerjaan yang bagus dan layak namun karena sudah kepepet dan malu dengan kakak yang memang selama ini numpang, akhirnya ada tawaran pekerjaan di Kendal Jawa Tengah. Saat itu tawarannya adalah di pekerjaan survey tanah salah satu PT Penyedia Tower Provider. Yach, kalo di bilang keren sih keren juga, namun bayaran awalnya juga tak cukup menggembirakan, hanya Rp.800.000 per bulan. Untuk ukuran gaji tahun 2007, entah besar atau kecil saat itu untuk lulusan sekelas Sarjana S1, yang jelas daripada tidak kerja sama sekali, saya terima saja.

Pagi-Pagi Berangkat Survey Tower Indosat (Kalimantan)
Pagi-Pagi Berangkat Survey Tower Indosat (Kalimantan)

Singkat cerita saat itu Kang Fao di tugaskan di tugaskan untuk luar Jawa, sehingga masih ada tunjangan makan dan transpotasi jika di total kisaran Rp.1600.000 per bulan. Lumayan lah, di tugaskan ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan saat itu. Jadi, masih ada uang saku tambahan untuk bayaran seorang bujang merana kala itu.

Selanjutnya, bagimana dengan pekerjaanya? Betah apa tidak? Karena memang skill dan passionnya tidak di situ, ujung-ujungnya untuk urusan pekerjaan banyak tidak nggehnya dari pada yang nggeh. Banyak sesuatu aktifitas pekerjaan yang asli membuat tidak nyaman, seperti selalu pulang jam 10 hingga 12 malam, harus tidur pindah-pindah lokasi setiap hari, apalagi untuk komunikasi dengan masyarakat setempat belum terbiasa, karena lokasi survey tower harus masuk di pedalaman Kalimantan Tengah.

Sehingga dengan sangat terpaksa Kang Fao, ketika kerja di kirim ke  Kalimantan yang notabenya datang dari Jawa, hanya bertahan 5 bulanan. Selebihnya itu Kang Fao memilih ngacir pulang ke Jawa. Karena sangat tidak tahan dengan tekanan yang ada, hidup di lapangan dengan bayaran yang kadang cukup dan kadang mencukup-cukupkan. Anda mungkin tahu sendirikan Kalimantan Tengah, meskipun dapet uang makan, plus tunjangan total 1,6 juta, sering tekor alias minus untuk operasional.

Survey Di Atas Tower Telkomsel Kalimantan Tengah

Apa pelajaran mahalnya???

  1. Ketika kita ikut perusahaan swasta, dan perusahaanya masih proses tumbuh, maka gaji dan bugetnya minim sekali. Sehingga ketika kita kerja di situ, nguli di situ, jangan pernah berharap seperti perusahaan yang sudah gede, semuanya di hargai jauh dari kata sepadan.
  2. Atau yang kedua karena bosnya pelit, sehingga meskipun perusahaan gede, maka gaji Anda akan tetap kecil. Jadi, sangat kurang ngurusi atau perhatian dengan kesejahteraan karyawannya.
  3. Sama-sama Ngoyo dan berjuang, apalagi sampai ikat pinggang, mendingan besarin usaha sendiri daripada besarin usaha orang.

Ketika melihat kenyataan pahitnya ikut orang, kurang enaknya ikut orang, tentunya di sini Kang Fao ingin berbagi kepada Anda, khususnya adek-adek pembaca Blogger ini yang masih muda, untuk adek-adek yang usianya masih kisaran mahasiswa S1 semester awal dan seterusnya, pastikan dan camkan dalam diri Anda, bahwa Anda lulus kuliah pastikan sudah belajar merancang sebuah usaha sendiri atau setidaknya jangan pernah punya fikiran untuk ikut orang, kerja dengan orang. Apapun bahasanya, lebih enak mana menjadi Bos kecil atau Kacung Besar? Jelas enak mempunyai usaha sendiri meskipun kecil daripada ikut orang (istilah ekstrim Kang Fao, Bukan Kerja, Namun di Kerjain!). Sudah gajinya kecil, tanggung jawabnya besar, salah dikit masih di omel-omelin lagi. Hemmm…lengkaplah penderitaan seorang Kacung Besar!!! He..he..

Perlu Persiapan Yang Cukup Untuk Menjadi Pengusaha, atau Setidaknya Usaha Sendiri

Memang sebetulnya tak ada yang berjalan dengan mulus di dunia ini, mau kerja ikut orang, mau kerja sendiri, menciptakan usaha sendiri semuanya di perlukan persiapan yang matang. Jangan pernah konyol diri Anda untuk menantang kerasnya dunia usaha tanpa perlu persiapan yang matang, sehingga ketika Anda ingin memulai usaha atau setidaknya tidak ingin kerja ikut orang (bahasa saya nguli) saat lulus kuliah nanti, pastikan Anda mempunyai perencanaan yang cukup dan bekal mental yang berani (jawa:tatag).

Jadi tak perlu ragu-ragu untuk punya ide dan menciptakan perkerjaan, satu hal yang tak kalah penting adalah persiapan doa yang cukup dan jangan pernah lupa untuk selalu di komunikasikan dengan Tuhan yang mengatur kita. Sederhana namun cukup mahal efeknya, keyakinan spritual ini akan memberikan rasa Ikhlas dan yakin: “Apapun yang kita rencanakan, tetap Tuhan yang menentukan“. Tanpa sentuhan Tangan-Nya, usaha kita bukan apa-apa. Tanpa balutan Rahmat, sehebat apapun ikhtiar kita, semuanya bukan apa-apa.

Jika Anda Muslim sejati, jangan pernah lupa untuk minta petunjuk untuk Sholat Istikharah, atau Sholat Hajat dengan berbagai keinginan Anda. Pastinya, namanya juga seorang calon pengusaha, calon seorang wiraswasta, banyak hal-hal yang mungkin tidak bisa kita selesaikan dengan akal dan fikiran kita, namun karena sujud kitalah yang menjadikan usaha dan masalah kita bisa terselesaikan.

Lalu, apa kesimpulan Anda ketika membaca tulisan ini? He..he..silahkan simpulkan sendirilah! Tulisan ini hanyalah motivasi tetapi bukan ngomporin lho ya, terutama Anda yang saat ini jadi karyawan. Namun untuk adek-adek yang saat ini masih duduk di bangku kuliah, pikirkan baik-baik sebelum Anda masuk dunia kerja yang nyata, jangan pernah ingin kerja ikut orang ketika Anda punya kemampuan lebih, Anda punya energi dan kreatifitas lebih. Sayang banget dong! Kepintaran dan ilmu Anda tidak bermanfaat untuk Anda sendiri, namun untuk Cukong atau Bos yang kadang tidak mau tahu dan mengerti menghargai Anda.

Idealnya, memang “Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”
(Al-Ra’d 13:11)

Pastinya, ketika Anda jauh-jauh hari sudah mempersiapkan untuk menjadi orang sukses, maka yang di atas sana Insa’ Allah akan mengetahui dengan apa yang Anda cita-citakan. Alloh akan mengabulkan dengan apa yang Anda mimpikan selama ini, menjadi lulusan Sarjana yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, bukan mencari bahkan mengemis pekerjaan yang umumnya lulusan sarjana lakukan. Amin…!!!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY